SOSIALISASI DAN PEMBUATAN QRIS SEBAGAI ALAT PEMBAYARAN PADA UMKM DI DESA TOARI BOMBANA
DOI:
https://doi.org/10.46773/vvafy921Keywords:
DANA Bisnis, Digital Financial Literacy, Guidance, QRIS, Toari VillageAbstract
The digital economic transformation requires the informal sector to adapt, yet MSME players in rural areas are often left behind due to limited financial literacy and technological capacity. This community service activity aims to improve digital financial literacy and accelerate the adoption of non-cash payment systems among MSME players in Toari Village, Toari District, Bombana Regency, Southeast Sulawesi Province. The program's implementation method was carried out through a combination of educational socialization, interactive discussions, technical demonstrations, and direct personal registration assistance in the field using the DANA Bisnis application. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation, focusing on recording the number of activated accounts and barcodes. The results showed a 100% digital migration success rate among 8 MSME partners engaged in the grocery stall, food stall, and independent trade sectors. All partners now have active merchant accounts equipped with physical display media in the form of protective acrylic stands containing the QRIS barcode printed on thick concorde paper. This hands-on practice-based assistance has proven effective in overcoming procedural barriers, modernizing daily turnover record administration automatically, and significantly eliminating the risk of financial loss caused by the threat of counterfeit rupiah currency circulation in the rural area of Toari Village.
Transformasi ekonomi digital menuntut sektor informal untuk beradaptasi, namun pelaku UMKM di perdesaan sering kali tertinggal akibat keterbatasan literasi keuangan dan kapasitas teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan digital serta mempercepat adopsi sistem pembayaran non-tunai pada pelaku UMKM di Desa Toari, Kecamatan Toari, Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui kombinasi sosialisasi edukatif, diskusi interaktif, demonstrasi teknis, serta pendampingan registrasi personal secara langsung di lapangan menggunakan aplikasi DANA Bisnis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan fokus instrumen pada format pencatatan jumlah akun dan kode batang (barcode) yang teraktivasi. Hasil kegiatan menunjukkan keberhasilan migrasi digital sebesar 100% pada 8 mitra UMKM yang bergerak di sektor warung kelontong, kedai makanan, dan usaha mandiri. Seluruh mitra kini memiliki akun merchant aktif dan dilengkapi media pajang fisik berupa dudukan akrilik pelindung berisi kode batang QRIS di atas cetakan kertas concorde tebal. Pendampingan berbasis praktik langsung ini terbukti efektif mengatasi hambatan prosedural, memodernisasi administrasi pencatatan omzet harian secara otomatis, serta secara nyata mampu mengeliminasi risiko kerugian finansial akibat ancaman peredaran uang rupiah palsu di wilayah perdesaan Desa Toari.
References
Alifia, N., Permana, E., & Harnovinsah, H. (2024). Analisis penggunaan QRIS terhadap peningkatan pendapatan UMKM. Jurnal Riset Pendidikan Ekonomi, 9(1), 102–115.
Badrawani, W. A. C. M. N. G. A. W. C. S. (2024). Transaksi Digital dan Pertumbuhan Ekonomi: Velositas Uang Menggunakan Data Sistem Pembayaran. Working Papers Bank Indonesia, WP/14/2024, 1–32.
Bisnis, J. M., Aprilia, A., & Vendy, V. (2024). Determinan Penggunaan Sistem Pembayaran QRIS pada UMKM di Kota Surabaya. 13(2), 153–163.
Indarwan, P., Haidar, K., Ekonomi, P., Masyarakat, P., & Keguruan dan, F. (2025). Pengaruh Harga dan Implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) terhadap Kepuasan Pelanggan di Koperasi FKIP Unmul. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 11(7), 473–483.
Jayanti, E., & Karnowati, N. B. (2023). DIGITALISASI UMKM DAN LITERASI KEUANGAN UNTUK KEBERLANJUTAN UMKM DI KABUPATEN
CILACAP. Kajian Bisnis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha, 31(1), 51–
64. https://doi.org/10.32477/jkb.v31i1.504
Prayitno, M. A., & Fadly, W. (2022). Pelatihan Pemanfaatan dan Pendampingan Pembuatan QRIS (QR Code Indonesian Standard) Sebagai Media Digitalisasi ZIS di Desa Glinggang Kabupaten Ponorogo. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 543. https://doi.org/10.20527/btjpm.v4i2.5254
Puriati, N. M. S. I. W. M. N. P. E. (2023). Efektivitas Penerapan Sistem Pembayaran Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) pada UMKM Di Kabupaten Karangasem. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 13(3).
Rachman, A., Julianti, N., & Arkoyah, S. (2024). Challenges and Opportunities for QRIS Implementation as a Digital Payment System in Indonesia. EkBis: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 8(1), 1–13. https://doi.org/10.14421/ekbis.2024.8.1.2134
Sari, D. P. L. S. (2019). Manajemen Risiko Penggunaan Uang Tunai dan Kerentanan Korban Uang Palsu pada Usaha Kecil Perdesaan. Jurnal Kajian Koperasi Indonesia, 4(2), 67–78.
Setiawan, I. W. A., & Mahyuni, L. P. (2020). QRIS di mata UMKM: eksplorasi persepsi dan intensi UMKM menggunakan QRIS. E-Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Universitas Udayana, 10(9), 921–946.
Syafira, N., Fatihah, A., Mahmud, M., & Panigoro, N. (n.d.). Pengaruh Penerapan Digital Payment & Digital Marketing Terhadap Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Studi Pada UMKM Binaan Bank Indonesia Di Kota Gorontalo) (Vol. 20, Number 1).
Vanka, A. (2023). Pemanfaatan QRIS sebagai alat pembayaran pada UMKM sasaran.
Repository Universitas Ivet.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 nurul aulia, Rafy, Ahmad Isbar Ali, Alya, Anggraeni. A, Arman, Anggi Triwulansari, Muhammad Rifki, Nursafitri, Muh. Khusnul Hasyim, Fitra Yanti, Rosti, , Salsabila Syaputri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

