ANALISIS MAQASID SYARIAH AL-SYATHIBI TENTANG KEWARISAN ANAK PEREMPUAN DALAM PERKAWINAN ADAT MISAN

Authors

  • Ita Rahmania Kusumawati Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang
  • Fahrurrozi Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang

DOI:

https://doi.org/10.46773/p2texd96

Abstract

This study examines the practice of daughters' inheritance in the customary misan (endogamous) marriage in the Ssasak Tribe's aristocratic community using the perspective of the maqasid sharia of Imam al-Syathibi. The main focus of this study is to analyze the legality of customary misan marriage and its implications for daughters' inheritance rights, particularly restrictions on access to the family's principal assets. This study uses a qualitative approach with a literature study combined with a conceptual normative analysis of customary law, Islamic inheritance law, and the concept of maqasid sharia in the book al-Muwafaqat. The results show that customary misan marriage does not conflict with Islamic law because it is not included in the category of prohibited marriages. The practice of limiting the inheritance rights of noble daughters is understood as a customary mechanism to maintain the honor, lineage, and family assets so that they remain within one kinship line. From the perspective of maqasid sharia, this practice can be categorized as an effort to maintain the public interest which is included in the dharuriyyat needs, even though it has individual consequences. Thus, the inheritance system in customary marriages can be accepted as long as it does not violate the principles of Islamic law and remains oriented towards the welfare of the community

References

Afridawati. (2023). Stratifikasi al-Maqashid al-Khamsah (Agama, Jiwa, Akal, Keturunan, dan Harta). Jurnal Al-Qisthu.

Ade Rahayu. (2025), Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) : Pengertian, Jenis dan Tahapan, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.

Ahmad Saádi. (2025), Pengumpulan Data Yang Efisien pada Penelitian Tindakan Kelas: Teknik, Alat, dan Tantangan, Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora.

Ardi, M. Z., dkk. (2024). Konsep Kafa’ah dalam Perkawinan Wanita Syarifah dengan Pria Non Sayyid di Kalangan Habaib Kota Palu. Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman.

Ardiyanti, B. N. S., & Hasan, S. R. (2023). Pernikahan Semarga Keturunan Bangsawan sebagai Kriteria Kafaah bagi Masyarakat Sasak di Desa Denggen Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmiah Ar-Risalah.

Achmad Fauzi, (2021), Perkawinan Endogami Di Kabupaten Pamekasan Madura, Jurnal Hukum dan Syariah Kontemporer

Dede Nurwahidah. (2024). Konsep Pemikiran Ekonomi dan Maqashid Syariah Perspektif Imam Al-Syathibi. Jurnal Manajemen.

Fahmi, R., & Firdaus. (2023). Pemikiran Imam Al-Syathibi tentang Maqashid al-Syariah. Journal of Islamic Law and Economics.

Fahriana, dkk. (2023). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian: Strategi, Tahapan, dan Analisis Data. Jurnal Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran.

Fikri, dkk. (2023). Maqashid Syariah sebagai Tujuan Ekonomi Islam. Journal of Business Economics and Management.

Gofar, A., Amina, S., & Fajrin, N. (2025). Rekonstruksi Konsep Maslahah Mursalah sebagai Basis Ijtihad Kontemporer dalam Menjawab Tantangan Modernitas. Tamaddun.

Haris Hidayatullah, & Sabtiani, L. (2022). Pernikahan Endogami dan Dampaknya terhadap Keharmonisan Keluarga. Jurnal Hukum Keluarga.

Hengki Januardi, dkk. (2025). Pembagian al-Maqashid al-Syariah Ditinjau dari Kualitas dan Cakupannya. Jurnal Inovasi Hukum.

Hidayatulloh, H., & Sabtiani, L. (2022). Pernikahan Endogami dan Dampaknya terhadap Keharmonisan Keluarga. Jurnal Ilmiah.

Huda, M. (2025). Pernikahan Campuran dalam Perspektif Masyarakat Suku Sasak dan Hukum Nasional. Juridische: Jurnal Penelitian Hukum.

Karimullah, S. S., & Sugitanata, A. (2022). Pembaharuan Konsep Kafaah dalam Perkawinan. Jurnal Keislaman.

Kurnia, N. (2025). Larangan Pernikahan Sampu Pisse di Desa Sampa Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu Perspektif Maqasid al-Syariah.

Khotibudin, (2025), Dampak Pernikahan Tidak Sekufu di Keluarga Bangsawan Lombok Perspektif Hukum Islam. Jurnal Pendidikan dan Hukum Islam

Marwa, M. H. M. (2021). Model Penyelesaian Perselisihan Perkawinan Perspektif Hukum Adat dan Hukum Islam. USM Law Review.

Mas’ud, M. (2024). Maqashid al-Syari’ah dalam Pertimbangan Kajian Hukum Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam.

Muannif, dkk. (2021). Pentingnya Penerapan Literature Review pada Penelitian Ilmiah. Jurnal Masohi.

Muhammad Wahyu Ilham, dkk, (2024), Penerapan Metode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif, Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan

Nirmala, A. Z. (2023). Pelaksanaan Akibat Hukum Perkawinan Menak dengan Jajar Karang pada Masyarakat Suku Sasak. Universitas Brawijaya.

Nasution, A., & Bahar, M. (2024). Tingkatan al-Maqashid al-Khamsah dan Penerapannya. Jurnal Kolaboratif Sains.

Nurdiyanto, I., Musyahid, A., & Akmal, A. M. (2025). Kaidah Terkait Mafsadat yang Saling Berhadapan. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial.

Pertiwi, T. D., & Herianingrum, S. (2024). Menggali Konsep Maqashid Syariah Perspektif Pemikiran Tokoh Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam.

Rahman, dkk, (2021). Adat Istiadat Prosesi Perkawinan Masyarakat Suku Sasak Keturunan Bangsawan. Jurnal Prodi Tadris.

Rahayu Dwi Lestari. (2022), Pernikahan Sedarah dalam Perspektif Islam dan Genetika, Jurnal Kajian Islam Aswaja

Rifaatul Mahmudah, (2024), Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Pembagian Harta Waris Dalam Pernikahan Antara Menak dan Jajar Karang. Jurnal Hukum dan Etika Bisnis Syariah,

Saefullah, A. S. (2024). Ragam Penelitian Kualitatif Berbasis Kepustakaan pada Studi Agama dan Keberagamaan dalam Islam. Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam.

Suyaman, P. (2024). Maslahah Mursalah sebagai Salah Satu Metode Istinbath. Jurnal Krtha Bhayangkara.

Solehuddin Harahap, (2023), Maqashid Al-Syari;ah Berdasarkan Kemaslahatan yang dipelihara dalam Hukum Islam. Jurnal Hukumah: Jurnal Hukum Islam

Sena Sahputri. (2024), Pandangan MUI Kabupaten Langkat Mengenai Mekanisme Kerja Dokter Ahli Kandungan Laki-laki dalam Menangani Wanita Hamil dan Melahirkan (Studi Kasus RSU Mahkota Bidadari Gebang). Journal Smart Law

Umar Yusuf, (2025), Perkawinan Eksogami Ditinjau Dari Hukum Keluarga Islam (Studi Desa Simpang Limo Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi). Journal Of Social Science Research

Sulistiani, (2023), Pernikahan Pada Masyarakat Suku Sasak Antara Menak Dengan Jajar Karang, Jurnal Hukum Keluarga Islam

Walijah, N. (2023). Budaya Hukum Pembagian Waris Adat Masyarakat Sasak Perspektif Antropologi Hukum Islam.

Zainal Abidin. (2023). Urgensi Maqashid Syariah bagi Kemaslahatan Umat. Jurnal Kajian Keislaman.

Downloads

Published

2026-04-02

Issue

Section

Articles