IMPLEMENTASI PRINSIP MEMPERSUKAR PERCERAIAN DALAM MENEKAN TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA SOREANG
DOI:
https://doi.org/10.46773/tw5zf251Abstract
The high divorce rate in the Soreang Religious Court raises fundamental questions about the extent to which the principle of making divorce difficult as mandated by Law Number 1 of 1974 can be effectively implemented by judges. Previous studies have discussed the factors causing divorce and the relevance of the principle of making divorce difficult from an Islamic legal perspective, but there has been no research that empirically examines the strategies and concrete efforts of judges in operationalizing this principle amidst the high divorce rate, particularly in the Soreang Religious Court. This study aims to fill this scientific gap by examining the implementation of the principle of making divorce difficult through Grindle's policy implementation theory approach, which has not been applied in similar research contexts. This study uses an empirical juridical approach and is a field study. Primary data were obtained through interviews with judges at the Soreang Religious Court, while secondary data came from official documents of the Soreang Religious Court, Law Number 1 of 1974, SEMA, and several other literature reviews such as books, articles, and others to support the primary data. The findings of this study indicate that the Soreang Religious Court's application of the principle of making divorce difficult is ineffective, hampered by the absence of many defendants in court, thus hindering the efforts to reach a settlement. Furthermore, inter-institutional cooperation is needed to make this principle of making divorce difficult more effective.
References
Aditya, R., Handayani, D., & Ilyas, M. (2021). Analisis Hukum Terhadap Putusan Verstek (Studi Putusan No.498/Pdt.G/2019/PN.MKS). Qawanin: Jurnal Ilmu Hukum, 2(2), 42. https://jurnal.fh.umi.ac.id/index.php/qawaninjih/article/view/413/148
Amma, A., Maknun, L., Samin, S., & Hamsir. (2023). Putusan Verstek Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Kelas Ib Sungguminasa Perspektif Maslahah Mursalah. Tasamuh: Jurnal Studi Islam, 15(2), 298–300. https://doi.org/10.47945/tasamuh.v15i2.1122
Anam, K. (2021). Strategi Hakim Mediator Dalam Mencegah Terjadinya Perceraian. Jurnal Hukum - Yustitiabelen, 7(1), 122–123. https://doi.org/10.36563/yustitiabelen.v7i1.323
Arianto, S. B. (2025). Pengawasan Bidang: Dari Beban Menjadi Nilai, Menata Ulang Peran Pengawas di Peradilan. Danpala. https://dandapala.com/article/detail/pengawasan-bidang-dari-beban-menjadi-nilai-menata-ulang-peran-pengawas-di-peradilan
Atsqalani, I. H. (1994). Tarjamah Hadits Bulughul Maram. Gema Risalah Press.
Budiman, E. A., Wirahma, N. S., Putra, Z. I. A., & Kamilah, A. (2025). Peran Mediasi dalam Menyelesaikan Sengketa Perikatan Kontrak: Sebuah Tinjauan Yuridis. Indonesian Journal of Law and Justice, 3(2), 8. https://doi.org/10.47134/ijlj.v3i2.5030
Chairah, D. (2020). Implementasi Kaukus dalam Mediasi Berdasar PERMA RI Nomor 1 Tahun 2016 Perspektif Hakim Mediator Pengadilan Agama Pasuruan. Al-Qānūn: Jurnal Pemikiran Dan Pembaharuan Hukum Islam, 23(2), 219–220. https://doi.org/10.15642/alqanun.2020.23.2.215-237
Habibunnajar, R. (2023). Mengenal Putusan Tanpa Kehadiran Tergugat (Verstek) dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama. Pengadilan Agama Purwodadi. https://pa-purwodadi.go.id/publikasi-transparansi-peradilan/artikel/913-mengenal-putusan-tanpa-kehadiran-tergugat-verstek-dalam-perkara-perceraian-di-pengadilan-agama-rizal-habibunnajar-s-h.html
Hadi, B. K., Tatarisanto, O., Putra, A. D., Azizah, A. N., & Pebriansyah, T. P. (2024). Optimalisasi Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan Kepenghuluan Dalam Meminimalisir Angka Perceraian. Jurnal USM Law Review, 7(3), 1281. https://doi.org/10.26623/julr.v7i3.9335
Hermansyah. (2024). Interpretasi Asas Mempersulit Perceraian Dalam Perspektif Hukum Islam. As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga, Vol. 6(No. 1). https://doi.org/10.47467/as.v6i1.6307
Hotoya, A. R. (2026). Hasil Wawancara dengan Hakim Pengadilan Agama Soreang 16 Maret.
Ivanda, A. C., & Syaputri, M. D. (2024). Mediasi Dalam Perkara Perceraian Oleh Hakim Pengadilan Agama. Collegium Studiosum Journal, 7(1), 81. https://doi.org/10.56301/csj.v7i1.1171
Izzati, N. R., A’dawiyah, R., & Zaelani, A. Q. (2024). Perceraian Dalam Perspektif Norma-Yuridis dan Psikologis. Journal Of Islamic And Law Studies, 8(1), 74. https://doi.org/10.18592/jils.v8i1.12853
Jaya, J., Winarti, N., & Darmawan, E. (2025). Collaborative Governance Dalam Penanggulangan Kekerasan Di Kabupaten Bintan. Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan, 2(3), 123–124. https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i3.855
Jumroh, & Pratama, Y. J. (2021). Implementasi Pelayanan Publik: Teori dan Praktik (S. J. Insani (ed.); cet. 1). Insan Cendekia Mandiri. https://jdih.lubuklinggaukota.go.id/file-koleksi-buku/buku-implementasi-pelayanan-publik-teori-dan-praktik-20246767d7cbda449.pdf
Kamila, A. N., Rohmah, J. A., Alya, F. K., & Handayani, S. (2026). Lingkup Penerapan Asas Hakim bersifat Pasif dan Aktif dalam Pembuktian pada Perkara Perdata di Indonesia. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik, 3(2), 543. https://doi.org/10.62379/fw4dy055
Khusufmawati, E., Nurasa, H., & Alexandri, M. B. (2021). Implementasi Kebijakan Standarisasi Sarana Dan Prasarana Kerja Di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung (Studi Tentang Kendaraan Dinas Operasional). Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 7(4), 716. https://doi.org/10.25157/moderat.v7i4.2543
Maharani, R., & Lubis, F. (2025). Strategi Mediasi dalam Menekan Kasus Perceraian Dini di Pengadilan Agama Medan. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 8(1), 232. https://doi.org/10.37329/kamaya.v8i1.4072
Marzuqi, A. H. (2015). Prinsip Mempersukar Perceraian Dalam Penjelasan Umum Point (4) Butir (E) Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Ditinjau Dari Teori Maqasid Al Syari’ah [Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang]. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/4271/1/102111006.pdf
Maswandi. (2017). Putusan Verstek dalam Hukum Acara Perdata. Mercatoria, 10(2), 162. https://doi.org/10.31289/mercatoria.v10i2.1153
Masykuroh, Y. W. R. (2019). Optimalisasi Fungsi BP4 Dalam Menekan Angka Perceraian (Studi Pada BP4 Provinsi Lampung). ASAS, 11(2), 88. https://doi.org/10.24042/asas.v11i2.5598
Miasiratni, Yoseva, W., Yuansyah, S. N., & Witri, N. P. (2025). Efektifitas Proses Mediasi Dalam Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Padang. Journal Of Global Legal Review, 3(2), 77. https://doi.org/10.59963/jglegar.v3i2.573
Nahda, S., Abra, E. H., & Handayani, P. (2025). Pelaksanaan Mediasi Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Prosedur Mediasi. Jurnal USM Law Review, 8(3), 1389. https://doi.org/10.26623/julr.v8i2.12696
Nur’aini, F. U., Maharani, S. B., T, Y. R. C. N., Asti, B. K., & Purwadi, J. (2024). Penyebab Dan Solusi Cerai Gugat di Pengadilan Agama Sukoharjo. Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 1(1), 90. https://doi.org/10.62383/terang.v1i1.68
PA Soreang. (2023). Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pengadilan Agama Soreang Tahun 2022. https://pa-soreang.go.id/laporan-tahunan/
PA Soreang. (2024). Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pengadilan Agama Soreang Tahun 2023. https://pa-soreang.go.id/laporan-tahunan/
PA Soreang. (2025). Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pengadilan Agama Soreang Tahun 2024. https://pa-soreang.go.id/laporan-tahunan/
Parhusip, B., & Situmorang, K. W. (2023). Keluarga Sejahtera dalam Gereja Katolik dan Islam: Studi Tentang Tujuan Perkawinan dalam Gereja Katolik dan Islam. Perspektif: Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 18(1), 96. https://doi.org/10.69621/jpf.v18i1.181
Paryadi. (2021). Mediasi Di BP4 Dalam Mencegah Perceraian. Jurnal Ulumul Syar’i, 10(1), 25. https://doi.org/10.52051/ulumulsyari.v10i1.119
Putri, T. D. A., & Faisal, R. M. (2024). Peradilan Agama di Indonesia. KEADILAN: Jurnal Penelitian Hukum Dan Peradilan, 1(2), hal. 30. https://doi.org/10.62565/keadilan.v2i1.34
Ramadani, & Affan, S. (2024). Analisis Yuridis SEMA No. 3 Tahun 2023 Terhadap Kasus Perceraian di Pengadilan Agama Stabat. JSL: Journal Smart Law, 3(1), 59. https://jurnal.perima.or.id/index.php/JSL/article/view/711
Randitha, K. A. A., Windari, R. A., & Ardhya, S. N. (2026). “Broken Marriage” Sebagai Doktrin Yang Melandasi Alasan Terjadinya Perceraian Di Indonesia (Studi Putusan Perkara Nomor 525/Pdt.G/2021/PN.Sgr). Journal Of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS), 5(1), 7593. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.7173
Rojia, M. P. (2021). Tingginya Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Soreang Pada Tahun 2020 [Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung]. https://digilib.uinsgd.ac.id/47955/
Sahuri, A. (2026). Hasil Wawancara dengan Hakim Pengadilan Agama Soreang 25 Mei.
Salsabila, N., Jasmin, S. P., & Mustafa. (2024). Efektivitas Asas Mempersulit Perceraian Dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan Studi Pada Pengadilan Agama Watampone. Jurnal Ar-Risalah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, Vol. 4(No. 2). https://doi.org/10.30863/arrisalah.v4i2.5688
Simanjuntak, R., & Sibarani, A. (2025). Analisis dan Implikasi terhadap Penegakan Hukum di Indonesia. Amandemen: Jurnal Ilmu Pertahanan, Politik Dan Hukum Indonesia, 2(1), 136. https://doi.org/10.62383/amandemen.v2i1.721
Siregar, D., Sitepu, K., Darma, M., Na’im, K., Tarigan, M. T. U., Razali, & Harahap, F. S. (2023). Studi Hukum Tentang Tingkat Perceraian dan Efeknya Terhadap Anak. Jurnal Deputi: Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi, 3(2), 180. https://doi.org/10.54123/deputi.v3i2.276
Sudrajat, D. M., & Amanita, A. (2020). Penyelesaian Perkara Perceraian Dalam Kompilasi Hukum Islam Di Pengadilan Agama Bandung. Jurnal Dialektika Hukum, 2(2), 190. https://doi.org/10.36859/jdh.v2i2.515
Sulaeman, Ridwan, M., & Rasmin. (2023). Faktor-faktor Penyebab Tingginya Perkara Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Soppeng. JHKI: Jurnal Hukum Islam, 1(1), 3. https://ejournal.pkmpi.org/index.php/pkmpi/article/view/22
Syahrul, M., & Anam, A. (2022). Peran Hakim Mediator Dalam Mencegah Perkara Perceraian (Studi Kasus Di Pengadilan Agama Sampang Tahun 2017-2022). Iqtisodina: Jurnal Ekonomi Syariah Dan Hukum Islam, 5(2), 46. https://doi.org/10.35127/iqtisodina.v5i2.6281
Tualeka, S. M. (2026). Hasil Wawancara dengan Hakim Pengadilan Agama Soreang 25 Mei.
Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Pub. L. No. 1 (1974). https://peraturan.bpk.go.id/Details/47406/uu-no-1-tahun-1974
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Noval Aditya, Ahmad Damiri, Ahmad Maula Hadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
![]()
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




