MENGGAGAS KURIKULUM BERBASIS CINTA DI TENGAH KRISIS MORAL PESERTA DIDIK
DOI:
https://doi.org/10.46773/vjyyj497Abstract
Abstract:
The moral crisis among students has become a serious issue in today’s educational landscape. Phenomena such as low levels of empathy, increasing impolite behavior, and the rise of bullying indicate that education has not fully succeeded in optimally shaping students' character. So far, the education system tends to focus more on cognitive aspects rather than affective aspects. Therefore, a more humanistic approach is needed, one of which is through a Love-Based Curriculum. This study aims to examine the concept of a Love-Based Curriculum and its relevance in addressing the moral crisis among students. The method used in this study is a literature review by analyzing various sources related to character education and humanistic approaches in learning. The results show that the Love-Based Curriculum emphasizes values such as compassion, empathy, and role modeling in the learning process, thereby creating a more conducive and meaningful educational environment. Thus, the Love-Based Curriculum can serve as an alternative solution in developing students with noble character.
Abstrak:
Krisis moral pada peserta didik menjadi salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan saat ini. Fenomena seperti rendahnya sikap empati, meningkatnya perilaku tidak sopan, serta maraknya tindakan perundungan menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk karakter peserta didik secara optimal. Selama ini, sistem pendidikan cenderung lebih menitikberatkan pada aspek kognitif dibandingkan aspek afektif. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang lebih humanis, salah satunya melalui Kurikulum Berbasis Cinta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Kurikulum Berbasis Cinta serta relevansinya dalam mengatasi krisis moral peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber terkait pendidikan karakter dan pendekatan humanistik dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pada nilai kasih sayang, empati, dan keteladanan dalam proses pembelajaran, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif dan bermakna. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
References
Abdurrahmansyah. (2018). Model Know-Want-Learn dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Mudarrisuna, 8(1)
Abdurrahmansyah., Syafran Afriansyah., & Nurseri Hasnah Nasution. (2023). Character education in elementary school students in Palembang City: A study of curriculum implementation and character learning during the Covid-19 pandemic. CONCIENCIA: Journal of Islamic Education, 23(2), 129–146.
Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. New York: Longmans, Green.
Hidayat. (2019). Pendidikan humanistik dalam pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Jami’atul Husna, Ardhanun, S., Abdurrahmansyah, & Fauzi, M. (2025). Adab sebagai fondasi ilmu: Perspektif Syed Muhammad Naquib al-Attas terhadap krisis pendidikan modern. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 247–257
Khairani, V., Fitriani, F., Ekowati, E., Daulay, I. R., Darmawan, D., Anggraini, V., & Aslami, S. (2025). Kurikulum cinta sebagai strategi moderasi beragama dalam dunia pendidikan: Tinjauan literatur. Studia Sosia Religia, 8(2).
Kurniawan. (2018). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Lickona, T. (2012). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.
Mu’ti, A. (2020). Pendidikan karakter berbasis nilai. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Nisa’, A., et al. (2026). Kurikulum berbasis cinta dalam perspektif kritis pendidikan. Jurnal Pendidikan.
Rahmawati. (2020). Pengaruh lingkungan belajar terhadap perkembangan karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan, 15(2), 120–130.
Rogers, C. R. (1969). Freedom to learn. Columbus: Charles Merrill.
Sari. (2021). Penguatan kecerdasan emosional dalam pendidikan. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(1), 45–60.
Setiawan. (2017). Dampak teknologi terhadap perilaku peserta didik. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 8(2), 75–85.
Sudjana, N. (2009). Penilaian hasil proses belajar mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Suyanto. (2010). Urgensi pendidikan karakter dalam pembangunan bangsa. Jakarta: Kemendiknas.
Syah, M., et al. (2025). Implementasi teori belajar dalam kurikulum berbasis cinta. Jurnal Pendidikan, 20(1), 55–67.
Teti, S., et al. (2018). Pendidikan berbasis nilai cinta dalam membangun peradaban. Jurnal Ilmiah Pendidikan, 12(3), 210–220.
Yaumi, M. (2016). Pendidikan karakter: Landasan, pilar, dan implementasi. Jakarta: Prenadamedia Group.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Zacky Fahurian, Khusnun Nadza Al Aslami, M Aidil Fitri, Dino Pradana; Abdurrahmansyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



