GADAI MENURUT PANDANGAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v5i1.145Keywords:
Ar-rahn, Gadai, IslamAbstract
Sebagai makhluk sosial, yang mana dalam kehidupan sehari-hari manusia tak terlepas dari yang namanya transaksi. Manusia dijadikan oleh Allah SWT. untuk melengkapi satu sama lain, saling membutuhkan sesama manusia, supaya mereka dapat saling membantu, berbuat baik dengan jalan sewa- menyewa, tukar- menukar, bertani, atau dengan jalan yang lainnya. Salah satu bentuk transaksi dalam islam ialah Gadai (ar-rahn) yang merupakan akad hutang piutang dengan menjadikan barang atau benda yang memiliki nilai untuk dijadikan sebagai jaminan terhadap hutang yang diterimanya. Hal ini digunakan untuk memberikan rasa nyaman dan tentram dari pemberi pinjaman supaya apa yang ia pinjamkan kepada peminjam menjadi lebih meyakinkan. Pada dasarnya gadai (ar-rahn) termasuk dalam sebuah transaksi utang-piutang juga sekaligus dapat membantu sesama muslim dalam menjalankan hubungan sosial antara umat manusia. Karena kegiatan gadai ini tidak dilarang dalam Islam selama itu tidak menyimpang dari ketentuan yang sudah digariskan dalam al-Quran, al-Hadis, juga penjelasan dari para ulama. Namun dalam masyarakat masih terdapat banyak yang tidak memahami konsep gadai menurut ketentuan agama islamReferences
Antonio, M. S. (2001). Bank Sariah dari Teori & Prakteknya (I). Jakarta: Gema Insani.
Antonnio, M. S. (1999). Bank Syari’ah suatu Pengenalan Umum. Jakarta: Tazkia Institute.
Ayu Reski Cahyani Putri Biri, A. S. (2020). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Transaksi Gadai Sawah (studi kasus di Kabupaten Pinrang) Ayu, 2, 28—37.
Az-zuhaili, W. (2011). fiqih islam wa adillatuhu. Jakarta: Gema Insani.
Az-Zuhaily, W. (1989). Fiqh Islam Wa Adillatuhu (cet. III). Damskus: Dar Al-Fikr.
Chairuman Pasaribu, S. K. L. (1994). Hukum Perjanjian dalam Islam. Jakarta: PT Sinar Grafika.
Fajar, M. R. Al. (2020). Praktek Gadai Sawah Dalam Perspektif Hukum ISLAM ( Studi Kasus di Desa O ’ o Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu ), 3(1).
Handayani, D. L. (2020). Gadai dalam islam, 6, 61—76.
Hasan, M. A. (2003). Berbagai Macam Transaksi dalam Islam, ; fiqh muamalah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Heykal, N. H. dan M. (2010). Lembaga Keuangan Islam. Jakarta.
Huda, F. A. C. (2020). Tinjauan Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Gadai Pohon Durian Di Desa Blimbing Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun, 13(1), 74—91.
Rahmansyah. (2015). perspektif hukum islam terhadap gadai sawah tanpa batas waktu dan dampaknya terhadap masyarakat Desa Satar Kampas Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur. Universitas Muhammadiyah Kupang.
Sabiq, S. (2000). Fiqh As-Sunnah (Jilid III). Kairo : Mesir: Darul Fath.
SATRIANI. (2019). PElaksanaan Gadai Tanah Berdasarkan Prinsip Kearifan Lokalmasyarakat Bastem Di Desa Kanna Utara Perspektif Ekonomi Islam.
Siregar. dkk, H. S. (2009). Fikih Muamalah Teori Dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suhendi, H. (2002). Fikih Muamalah. Jakarta: PT. Grafindo Persada.
Sultan, S. R. (2007). Jasa-Jasa Perbankan Islam (4) Qar, Rahn dan Sharf (III). Jakarta: Pustaka Utama Grapiti.
Syafe’i, R. (2001). Fiqhi Muamalah. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Urmita, W. (2016). Tinjaun Ekonomi Islam Terhadap Sistem Gadai Tanah Pada Masyarakat Desa Bukit HarapanKecamatan Bua Kabupaten Luwu. IAIN Palopo.
Zuhdi, M. (1997). Masail Fiqhiyah. Jakarta: PT Gunung Agung.

