MEMAKNAI MODERASI BERAGAMA DALAM BUNDARAN 1001 AI SINGKAWANG
DOI:
https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v9i1.1614Keywords:
1001 AI Roundabout, Religious Moderation, SingkawangAbstract
This study analyzes the historical, symbolic, and religious moderation values contained in the AI 1001 Roundabout in Singkawang. This monument not only functions as an aesthetic element of the city, but also represents social harmony and inter-ethnic tolerance. The existence of statues of the three main ethnic groups, Malay, Chinese, and Dayak, emphasizes the collective identity of the Singkawang community who live in diversity and peace. This study uses a qualitative approach with a hermeneutic method to interpret the symbolic meaning contained in the monument. The results of the study indicate that the AI 1001 Roundabout plays a role in strengthening the values of religious moderation, which include tolerance, anti-violence, adaptation to local culture, and love for the homeland. In addition, the existence of this monument also contributes to building collective awareness of the community regarding the importance of pluralism and unity amidst differences. Singkawang's predicate as the Most Tolerant City in Indonesia further strengthens the role of the AI 1001 Roundabout as a real symbol of harmony. Thus, this monument is not only an icon of the city, but also a means of education and social integration in creating a harmonious and inclusive environment for the entire community.
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. syakir Media Press.
Abror, M. (2020). Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi: Moderasi Beragama Dalam Bingkai Toleransi. Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam, 1(2), 143–155.
Al Qadrie, S. R. F., & Umniyah, A. (2024). Peran Pemerintah Kota Singkawang Dalam Mewujudkan Toleransi Di Kota Singkawang Tahun 2018-2022. PRAJA: Jurnal Ilmiah Pemerintahan, 12(3), 209–223.
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi Beragama. Kementerian Agama RI.
Dawing, D. (2018). Mengusung Moderasi Islam Di Tengah Masyarakat Multikultural. In Rausyan Fikr: Jurnal Studi Ilmu Ushuluddin dan Filsafat (Vol. 13, Issue 2, pp. 225–255). IAIN Palu. https://doi.org/10.24239/rsy.v13i2.266
Hakim, F. N. (2012). Book of Hours Geofroy Tory, Spirit Renaisans dalam Kontinuitas Ide Desain. Speed - Sentra Penelitian Engineering Dan Edukasi, 2(2). https://doi.org/10.3112/SPEED.V2I2.904
Hasan, M. (2021). Prinsip Moderasi Beragama Dalam Kehidupan Berbangsa. Jurnal Mubtadiin, 7(02), 110–123.
Himawan, M. H. (2016). Sejarah Perkembangan Seni Patung Modern Indonesia : Pengaruh Tradisi Dan Kecenderungan Kontemporerlaporan Penelitian Pustaka.
Irfani, A. (2018). Pola Kerukunan Melayu Dan Tionghoa Di Kota Singkawang. Al-Hikmah: Jurnal Dakwah, 12(1), 1–16.
Kinanti, S., Parlindungan, J., & Sari, K. E. (2022). Efektivitas Fungsi Sosial Budaya Pada Taman Mataram, Jakarta Selatan Berdasarkan Persepsi Masyarakat. Planning for Urban Region and Environment Journal (PURE), 11(2), 171–182.
Kurniasari Febrianti, B. (2021). Nilai-Nilai Multikultur Dalam Antologi Cerita Rakyat Singkawang. Tuahtalino, 15(1), 14–30. https://doi.org/10.26499/TT.V15I1.3401
Mahrus, E., Hasan, M., Syukrian, A., Rokhman, R. F., Krisdiyanto, D. N., & Winanda, M. R. (2024). Membangun kesadaran moderasi beragama: Pembinaan keagamaan di pondok pesantren wilayah perbatasan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M), 5(4), 860–873.
Miftahul, A., Fakultas, F., Rupa, S., Desain, D., & Murni, S. (2021). Makna Simbolik Patung Monumen Di Taman Balai Kota Bandung. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 8(3). https://doi.org/10.26742/ATRAT.V8I3.1605
Muthia Aghnia, I., Fakhrihun Na, M., & Negeri Semarang, U. (2023). Bentuk Visual Patung Macan Kurung Kabupaten Jepara: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce. Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha, 13(1), 27–34. https://doi.org/10.23887/JJPSP.V13I1.60969
Qalam, M. N., Hasan, M., & Rohman, R. F. (2024). Implementasi Profil Pelajar Berbasis Kearifan Lokal dalam Membangun Kesadaran Multikultural di Madrasah Tsanawiyah Singkawang. Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 14(1), 124–142.
Saliro, S. S. S. (2019). Perspektif sosiologis terhadap toleransi antar umat beragama di kota Singkawang. Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora, 17(2), 283–296.
Setiaji, N. C., & Hanif, M. (2018). Kajian Makna Simbolis Patung dan Monumen di Kabupaten Ponorogo Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal. AGASTYA: Jurnal Sejarah Dan Pembelajarannya, 8(01), 59–74. https://doi.org/10.25273/AJSP.V8I01.2069
Straub, J., & Ruppel, P. S. (2022). Relationale Hermeneutik: Theoretisch-methodologische Systematisierungen interpretativer Forschung. Kulturpsychologie, 157–172. https://doi.org/10.1007/978-3-658-37918-6_15
Suprapto, W. (2019). Cap Go Meh Sebagai Media Pendidikan Resolusi Konflik Di Tengah Keragaman Etnis Kota Singkawang. Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), 4(1), 1. https://doi.org/10.26737/jpipsi.v4i1.1001
Varanida, D. (2020). Keberagaman Pariwisata Dan Budaya Sebagai Identitas Masyarakat (Strategi Komunikasi Pemasaran Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Di Kota Singkawang). Ekspresi Dan Persepsi : Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1), 22–26. https://doi.org/10.33822/.V3I1.1361
Widodo, P., Sekolah, K., Baptis, T. T., & Semarang, I. (2019). Moderasi Agama dan Pemahaman Radikalisme di Indonesia. PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 15(2), 9–14. https://doi.org/10.46494/PSC.V15I2.61
Zulaikha. (2017). Makna Keluarga pada Kelompok Mafia: Analisis Semiotika Dalam Film The Godfather-I. https://doi.org/10.25139/jkm.v1i1.163
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mori Moriansyah, Erwin, Nur Hamzah, Maftuhah maftuhah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

