AGAMA, LINGKUNGAN DAN KEBERLANJUTAN HIDUP MANUSIA
DOI:
https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v2i1.2Keywords:
krisis ekologi, agamaAbstract
Dunia sedang menghadapi krisis ekologi selama beberapa dekade. Agama dianggap dapat memainkan peran penting dalam menghadapi krisis ini karena posisi sentralnya dalam membentuk prilaku manusia terhadap alam. Artikel ini berusaha mengungkapkan sebab mengapa demikian dan berusaha mengonseptualisasikan bagaimana agama dapat memainkan peranan tersebut. Dalam hal itu, artikel ini juga mendeskripsikan beberapa lapisan masyarakat di mana kontribusi agama dapat diberikan dan beberapa strategi yang dapat dilakukan.
References
Ambarini, NSB. 2010. “Corporate Social Responsibility sebagai Instrumen Hukum Ekonomi di Era Globalisasi”. Jurnal Dinamika Hukum. Vol. 10 Nomor 3 September 2010
Arifin, Syamsul. 1994. “Agama dan Masa Depan Ekologi Manusia” dalam Ulumul Qur’an, No. 5 & 6 Vol. V Tahun 1994.
Callicot, J. Baird. “Global Environmental Ethics” dalam https://www.amacad.org/multimedia/pdfs/publications/daedalus /fall2001/01_fall_daedalus_Callicott.pdf, diakses pada tanggal 7 Agustus 2016.
Diamond, Jared. 2005. Collapse. New York: Penguin Group
Hidayat, Komaruddin. 2014. Wisdom of Life. Jakarta: Nourabooks.
Jhamtani, Hira. Dkk. 2001. Ancaman Globalisasi dan Imperialisme Lingkungan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Manzoor, S. Parvez. 1991. "Human Ecology and the Quest for a Universal Science." MAAS Journal of Islamic Science 7.1 1991.
McElroy, Michael B. & James Baker. “Climate Extremes: Recent Trends with Implications for National Security” in Vermont Journal of Environmental Law, Vol. 15 2013
Nasr, Sayyed Hosein. 1976. Man and Nature. Sydney: George Allen & Unwin Ltd.
Rahman, Fazlur. 2009. Major Themes of the Qur’an. Chicago: The University of Chicago Press.
Rakhmat, Jalaluddin. 1999. Rekayasa sosial: Reformasi atau Revolusi? Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Tanja, Victor I. 1998. Pluralisme Agama dan Problema Sosial: Diskursus Teologi Tentang Isu-Isu Kontemporer. Jakarta: Cidesindo.

