PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKHLAK BERBASIS KOGNITIF TERHADAP MORAL REASONING SISWA

Authors

  • Ainul Yaqin Universitas Islam Majapahit, Mojokerto

DOI:

https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v3i1.29

Keywords:

Model Pembelajaran Akhlak, Teori Kognitif, Penalaran Moral

Abstract

sebab ia menjadi faktor yang menentukan kelangsungan hidup suatu bangsa. Suatu bangsa akan mengalami kehancuran jika masyarakatnya mengalami penyakit moral yang akut. Oleh sebab itu, pendidikan moral atau akhlak kepada peserta didik menjadi suatu keharusan dan saat ini telah menjadi program inti pendidikan di hampir semua negara. Tetapi efektivitas pembelajaran moral sering dipertanyakan disebabkan banyaknya penyimpangan moral peserta didik, seperti perilaku curang, mabuk-mabukan, tawuran, pergaulan bebas dan sebagainya. Penelitian ini bermaksud mengujicobakan model pembelajaran akhlak berbasis teori kognitif dalam meningkatkan penalaran moral peserta didik. Sengaja dipilih domain penalaran sebab ia memiliki kontribusi terhadap tindakan moral seseorang, atau dengan kata lain penalaran moral seseorang mempengaruhi tindakan moralnya. Semakin tinggi penalaran moral seseorang, semakin tinggi pula tindakan moralnya. Penelitian ini dilaksanakan secara kuantitatif dengan metode eksperimen dan menggunakan rancangan one group pre-post test design. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan penalaran moral siswa sebelum dan sesudah eksperimen yang dibuktikan dengan nilai p < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran akhlak berbasis kognitif memiliki pengaruh nyata terhadap peningkatan penalaran moral peserta didik.

References

Arends, Richard I. 2012. Learning to Teach, Ninth Edition. New York, McGraw-Hill.

Brown, Abbie H. dan Green. Timothy D. 2016. The Essentials of Instructional Design. New York: Routledge.

Creswell. John W. 2014. Research Design: Qualitative, Quantitative, & Mixed Methode Approaches. London & Singapora, Sage Publications.

Duska, Ronald & Whelan, Mariellen. 1975. Moral Development: A Guide To Piaget and Kohlberg. New York-Paramus-Toronto: Paulist Press.

Fathurrohman, Muhammad. 2015. Model-Model Pembelajaran Inovatif. Yogjakarta: Arruz Media.

Fraenkel, Jack R., Wallen, Norman E dan Hyun, Hellen H. 2012. How to Desaign and Evaluate Research in Education. New York: McGraw Hill.

Hildebrandt, Carolyn dan Zan, Betty. 2008. Constructivist Approaches to Moral Education in Early Chilhood, dalam Larry P. Nucci dan Darcia Narvaez (Eds.) Handbook of Moral and Character Education. New York: Routledge.

Joyce, Bruce., Weil, Marsha dan Calhoun, Emily. 2009. Models of Teaching; Model-Model Pengajaran. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Kohlberg, Lawrence dan Hersh, Richard H. 1977. Moral Development: A Review of the Theory, Theory into Practice, Vol. 16, No. 2, 53-59.

Kohlberg, Lawrence. 2007. The Child as Moral Philopher, dalam Rhett Diessner (Ed), Classic Edition Sources: Human Development 3rd Edition. McGraw-Hill Education.

________________. 1995. Tahap-Tahap Perkembangan Moral. Yogyakarta: Kanisius.

Komaruddin. 2000. Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah. Jakarta: Bumi Aksara.

Lickona, Thomas. 2012. Mendidik untuk Membentuk Karakter: Bagaimmana Sekolah dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Bertanggung Jawab. Jakarta, Bumi Aksara.

Lieberman, Marcus dkk. 1970. Report On The Evaluation Workshop In The Affective Domain. Downers Grove-Illinois: Institute For Educational Research.

Muhaimin. 2004. Wacana Pengembangan Pendidikan Islam. Surabaya: Pusat Studi Agama dan Masyarakat.

________. 2010. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam; di Sekolah. Madrasah, dan Perguruan Tinggi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Narvaez, Darcia. 2006. Integrative Ethical Education, dalam Melanie Killen dan Judith Smetana (Eds.), Handbook of Moral Development. New Jersey & London: Lawrence Erlbaum Associates.

Noll, James Wm. 2005. Taking Sides; Clashing Views on Controversial Educational Issues. Iowa, McGraw-Hill/Dushkin.

Paxton, Josep M. & Greene, Joshua D. 2010, Moral reasoning: Hints and allegations. Topics in Cognitive Science, 1, 1-17.

Popham. James W. 1999. Classroom Assessment: What Teacher Need to Know. Needham Height-MA: Allyn and Bacon.

Quthb, Muhammad. 1993. Sistem Pendidikan Islam, (alih bahasa Salman Harun, Bandung: Al-Maarif.

Rest, James. 1979. Developing In Judging Moral Issues. Minneapolis: University Of Minnesota Press.

Riberu, J. 2001. Pendidikan Agama dan Tata Nilai, dalam Sindhunata (Editor), Pendidikan; Kegelisahan Sepanjang Zaman. Yogyakarta: Kanisius.

Rusman. 2014. Model-model Pembelajaran; Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Santo, John de. 1995. Kata Pendahuluan, dalam Lawrence Kolhberg, Tahap-tahap Perkembangan Moral. Yogyakarta: Kanisius.

Saunders, Leland F. 2015. What is Moral Reasoning?, Philosophical Psychology, Volume 28, issue 1, 1-20.

Snarey, John dan Samuelson. Peter. 2008. Moral Education in the Cognitive Developmental Tradition; Lawrence Kohlberg’s Revolutionary Ideas, dalam Larry P. Nucci dan Darcia Narvaez (Eds.) Handbook of Moral and Character Education. New York: Routledge.

Stapleton, Meg. 2013. An Investigation of Moral Development: the Effect of Religiosity on Kohlbergian Moral Reasoning, Student Psychology Journal, Vol. IV, 1-14.

Syah, Muhibbin. 2003. Psikologi Belajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Taubany (at), Trianto Ibnu Badar dan Suseno, Hadi. 2017. Desain Pengembangan Kurikulum 2013 di Madrasah. Depok: Prenadamedia.

Trianto. 2014. Model Pembelajaran Terpadu; Konsep, Strategi dan Implementasinya dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Turiel, Elliot & Smetana, Judith G. 1992. Pengetahuan Sosial Dan Tindakan Sosial: Koordinasi Berbagai Ranah, dalam William M. Kurtines & Jacob L. Gerwitz (Eds.), Moralitas, Perilaku Moral, Dan Perkembangan Moral. Jakarta: Ui-Press.

Wilson, Leslie Owen. Models of Teaching, disitasi dari http://thesecondprinciple.com/teaching-essentials/models-teaching/

Zakiah Darajat dkk. 1995. Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Asara.

Zeidler, Dana L. & Keefer, Matthew. 2002. The Role ff Moral Reasoning and The Status Of Socioscientific Issues in Science Education, dalam Dana L. Zeidler (Ed). The Role of Moral Reasoning on Socioscientific Issues and Discourse in Science Education. The Netherlands: Kluwer Academic Publishers.

Zuhairini, Ghofir, Abdul., dan Yusuf, Slamet As. 1983. Metodik Khusus Pendidikan Agama; Dilengkapi denga Sistem Modul dan Permainan Simulasi. Surabaya: Usaha Nasional.

Yaqin, Ainul. 2011. Efektivitas Pembelajaran Afeksi di Madrasah/Sekolah, ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, Vol. 6, no. 1.

Yaqin, Ainul. (2019) Membentuk Karakter Melalui Pendidikan Afeksi. Yogyakarta: Media Akademi.

Downloads

Published

2019-08-10

Issue

Section

Articles