KEPEMIMPINAN WANITA DALAM PERSPEKTIF HADIS (Kajian Kritik Hadis dengan Pendekatan Sosio-Historis-Kontekstual)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v6i2.339

Keywords:

Kepemimpinan Wanita, Kritik Hadis, Pendekatan Sosio-Historis-Kontekstual

Abstract

Kepemimpinan wanita selalu menjadi polemik, padahal sandaran hadis yang digunakan adalah teks hadis yang sama. Karena itu muncul pertanyaan-pertanyaan mengapa sebuah hadis dapat melahirkan beragam interpretasi. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan tematik hadis. Pengumpulan data terkait dengan hadis kepemimpinan wanita didapatkan melalui aplikasi al-maktabah asy-syamilah. Adapun analisa data dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis) atau lazim disebut analisis takhrij al-hadits dalam hadis, selain itu penelitian ini melalui pendekatan sosio, historis, dan kontekstual. Hasil yang ditemukan mengandung dua sudut pandang, yakni kaum tekstualis dan kontektualis. Simpulannya, tekstualis mengatakan dengan tegas bahwa menurut hadis ini wanita tidak diperbolehkan untuk memimpin. Sementara kontekstualis juga mengatakan dengan tegas bahwa hadis larangan pemimpin wanita tidak boleh dipahami secara kasat mata teksnya, tetapi dengan menggunakan pendekatan yang tepat, sehingga hasilnya adalah wanita boleh memimpin, baik domestik maupun publik.

The woman leadership has always been a polemic, whereas the hadits used is the same hadits. Therefore, there are some questions about the hadits interpretation, the question was how could that one hadits arise many interpretations. This research is alibrary research with the thematic hadits approach. The collection of data that concerning of the women’s leadership used the application called al-maktabah asy-syamilah. The data analysis used is content analysis or often called by takhrij hadits analysis with the socio, historical, and contextual approaches. The result in this research was found two point of view from the textualists and the contextualists. The conclusion are, the textualist said that according to the hadith women are not allowed to lead. Meanwhile, the contextualist said that according to the hadith too, the women are allowed to lead, domestic nor public.

References

Abror, M. (2020). Kepemimpinan Wanita Perspektif Hukum Islam. TERAJU: Jurnal Syariah Dan Hukum, 2(01), 53-63.

Ahmad bin Hanbal. (1995). Musnad Ahmad bin Hanbal. Dar al-Hadits.

Al-Bukhari, M. (1978). Sahih al-bukhari. Dar Ul-Hadith.

Al-Ghafar, A. A. R., & Hasan, A. (1994). Wanita dan gaya hidup Modern. Jakarta: Pustaka Hidayah.

Al-Mizzî, (1983). Tahdzîb al-Kamâl fî Asmâ’ ar-Rijâl, jilid 8, (Beirut: Mu’assasah ar-Risâlah.

Al-Tirmizi, M. I. (1975). Sunan al-Tirmizi (Vol. 2).

An-Nasa’i,. (2001). Sunan al-Kubro an-Nasa’i. Mu’assasah ar-Risalah.

Bedong, M. A. R., & Ahmad, F. (2018). Kepemimpinan Wanita di Dunia Publik (Kajian Tematik Hadis). AL-MAIYYAH: Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan, 11(2), 214-231.

Danial, D. (2020). Kepemimpinan Wanita dalam Perspektif Hadis. Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam, 10(2), 1-20.

Hasibuan, U. K., & Hafizzullah, H. (2021). Hadis Tentang Wanita Menjadi Pemimpin: Menelisik Antara Pemahaman Tekstual dan Kontekstual Perspektif M. Syuhudi Ismail. Khazanah Theologia, 3(2), 81-92.

Hasyim, S. (2001). Hal-hal yang tak terpikirkan tentang isu-isu keperempuanan dalam Islam. Mizan.

Ibn Al-Atsir. (2012). Usd al-Ghabah fi Ma’rifah ash-Shahabah. Dar Ibn Hazm.

Ibn Hajar al-‘Asqalânî, (2002). Lisân al-Mîzân, jilid 2, (t.tt.: Dâr al-Basyâ’ir al-Islâmiyyah.

Ibnu Hajar al-Asqalani, Fath al-Bari, Juz VIII, (Cet. I, Kairo: Dar al-Hadis, 1998), h. 128.

Ismail, M. S. (1994). Hadis Nabi yang tekstual dan kontekstual: telaah Ma'ani al-Hadits tentang ajaran Islam yang universal, temporal, dan lokal. Bulan Bintang.

Ja’far, L. M. A. Q., & Anis, M. (2002). Perempuan dan Kekuasaan, Menelusuri Hak Politik dan Persoalan Gender dalam Islam. terj. Ikhwan Fauzi. tk: Penerbit AMZAH.

Mernisi, F., Abadi, M. M., & Arbani, E. F. (1997). Menengok Kontroversi Peran Wanita dalam Politik. Dunia Ilmu.

Muhammad bin Ali Asy-Syaukani, Nail al-Authar, Jilid VII, (Beirut: Dar al-Fikr, 2006), 298, Dar ibn al-Jauzi.

Munawwar, S. A. H., & Mustaqim, A. (2001). Studi Kritis Hadis Nabi: Pendekatan Sosio-Historis-Kontekstual.

Muslim, M. (2005). Mabahis fiat-Tafsir al-Maudui. cet. 4. Beirut: Dar al-Qalam.

Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsmân al-Zahabî, (1992). Sîru A’lâm al-Nubalâ, Juz 10, Cet. VIII, (Beirut: Muassasah al-Risalah.

Tangngareng, T. (2016). Kepemimpinan Wanita Dalam Perspektif Hadis Nabi SAW (Pemahaman Makna Tekstual dan Kontekstual). Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman, 10(2), 50-64.

Downloads

Published

2022-07-19

Issue

Section

Articles