SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KRITIK HADITS
DOI:
https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v1i1.38Keywords:
sejarawan, sahabat Nabi, kritik, haditsAbstract
Artikel ini bertujuan untuk menguraikan investigasi metodologis tentang kritik terhadap pandangan sejarawan. Artikel ini juga mendeskripsikan perbedaan-perbedaan penting antara mereka dan para cendekiawan, karena keduanya sering memiliki pandangan dunia yang berbeda. Melalui studi deskriptif-analitik, penulis sampai pada kesimpulan bahwa setidaknya ada dua metode dalam perspektif sejarawan yang [1] kritis dalam menganalisis sahabat Nabi dan [2] kritis terhadap isi (matn). Dengan menggeser kerangka paradigma, ini menunjukkan bahwa keduanya tidak boleh ditolak. Kedua perspektif harus digunakan sebagai metode untuk mengembangkan tradisi kritik, meskipun pada beberapa titik, mereka harus dipertimbangkan secara kritis. Di sisi lain, perspektif sejarawan mungkin berguna untuk mendorong kelemahan yang telah ada dalam sains konvensionalReferences
Umi Sumbulah, 2008. Kritik Hadis; Pendekatan Historis Metodologis Malang: UIN-Malang Press.
Luqman Al-Salafi, 1997. Ihtimam al-Muhaddithin bi Naqd Al-Hadith Sanad an wa Matan .Riyadh: t. tp
M. Syuhudi Ismail, 1995 Hadis Nabi Menurut Pembela, Pengingkar Dan Pemalsunya (Jakarta: Gema Insani Press
M.M. Azami, 1994. Hadis Nabawi Dan Sejarah Kodifikasinya, terj. Ali Mustafa Ya’kub, Jakarta: Pustaka Firdaus, 1994
H.A.R. Gibb, 1950. Mohammedanism and Historical Survey London: Butler and Tunner
Abdullah Ibn Bahram al-Darimi, 1978. Sunan al-Darimi . Kairo: Dar al-Fikr, 1978
Syuhudi Ismail, 1991. Cara Praktis Mencari Hadis, Jakarta: Bulan Bintang
M. Syuhudi Ismail, 1995. Hadis Nabi Menurut Pembela, Pengingkar Dan Pemalsunya. Jakarta: Gema Insani Press
Zain al-Din al-Iraqi, 1981. AL-Taqyid wa al-Idhah: Syarh Muqaddimah Ibn al-Shalah. Beirut: Dar al-Fikr
Ali Mustafa Ya’kub, 1992. Imam Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadis Jakarta: Pustaka Firdaus

