NIKAH SIRRI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Authors

  • Asripa Asripa STAI Muhammadiyah Probolinggo

DOI:

https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v4i1.64

Keywords:

Nikah, Sirri, Islam

Abstract

Penulisan “Nikah Sirri dalam Perspektif Islam (Telaah Terhadap Kompilasi Hukum Islam)”, untuk mengungkap berbagai masalah diantaramya: (1) Apa pengertiam dari nikah dan nikah sirri (2) Faktor-faktor penyebab      terjadinya nikah sirri, (3) Proses pelaksanaan nikah sirri (4) Bagaimana nikah sirri dalam perspektif Islam  dan (5) Akibat-akibat yang timbul dari pernikahan sirri serta dampaknya pada pelaku nikah sirri dan keluarganya

References

Abd. Al-Rahman al-Jazairi. (1969). al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-’Arba’ah. Mesir: al-Maktabah al- Tijariyyah.

Adillah, S. U. (2011). Analisis Hukum Terhadap Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Terjadinya Nikah Sirri Dan Dampaknya Terhadap Perempuan (Istri) Dan Anak-Anak. Jurnal Dinamika Hukum, 11(Edsus). https://doi.org/10.20884/1.jdh.2011.11.edsus.267

Ahmad Warsun Munawwir. (1984). , Kamus al-Munawwir Arab - Indonesia Terlengkap. Yogyakarta: Pustaka Progressif.

Ahmadi, W. (2008). Hak dan Kewajiban Wanita Dalam keluarga Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Jurnal Hukum Pro Justitia, 26(4), 371—390.

al-Imam Taqiyuddin bin Abu Bakaral-Imam Muhammad Bin Isma’il Kahlani al- Shan’ani, S. al-S. (n.d.). Beirut, tt, Juz II, hlm. 36. , Maktabah Dahlan. Bandung: Kifayat al-Akhyar, Dar al-Fikr.

Ali Ahmad al-Jurjani. (1975). Hikmah al-Tasyre’ wa Falsafatuhu. Beirut: Dar al-Fikri.

Amir, S. (2006). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, antara Fiqh Munakaht dan Undang-Undang Perkawinan. Jakarta: Prenada Media Group.

Anderson. (1994). Hukum Islam di Dunia Modern. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Arsal, T. (2012). Nikah Sirri dalam Tinjauan Demografi. Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(2), 160.

Asnawi, H. S. (2016). Tinjauan Kritis Terhadap Hak-Hak Perempuan Dalam UU. No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan: Upaya Menegakkan Keadilan Dan Perlindungan HAM Perspektif Filsafat Hukum Islam. Jurnal Mahkamah, 1(1), 48. Retrieved from http://journal.iaimnumetrolampung.ac.id/index.php/jm/article/view/27

Edi Gunawan. (2013). NIKAH SIRI DAN AKIBAT HUKUMNYA MENURUT UU PERKAWINAN. Jurnal Ilmiah Al-Syir,Ah, 3(2).

Farid, M. (1999). 150 Masalah Nikah Keluarga. Jakarta: Gema Insani Pers.

Habib Ismail and Nur Alfi Khotamin. (2017). Faktor dan Dampak Perkawinan Dalam Masa Iddah (Studi Kasus di Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah). Jurnal Mahkamah, 2(1), 137.

Hadi, M. F. K. (2018). Konsepsi Hukum Nikah Siri di Indonesia : Upaya Sinkronisasi antara Living Laws dengan Positive Laws. 1(1), 18—40.

Husen, I. (2003). Fiqh Perbandingan Masalah Pernikahan. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Kamal Muchtar. (1996). Asas-Asas Hukum Islam Tentang Perkawinan. Jakarta: Bulan Bintang.

Khoiriyah, R. (2017). ASPEK HUKUM PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK DALAM NIKAH SIRI. SAWWA, 12(3), 397—408.

M. Thahir Maloko. (2015). Nikah Sirri Perspektif Hukum Islam. Sipakalebbi’, Vol 1(Vol 1, No 3 (2015)), http://moraref.kemenag.go.id/documents/article/974. Retrieved from http://moraref.kemenag.go.id/documents/article/97406410605933316

Muhsin, I. (2018). PERNIKAHAN SIRRI : Antara Cita dan Realita. Yogyakarta: TRUSSMEDIA GRAFIKA.

Mukhtar, N. (2012). Mengurai Nikah Sirri Dalam Islam. Al Manahij, VI, 257.

Munawwir, A. W. (1973). Al Munawwir. Yogyakarta: Unit Pengadaan Buku-buku Ilmiah Keagamaan PP Al-Munawwir.

Musfir al-Jahrani. (1994). Poligami Dalam Berbagai Persepsi. jakarta: Gema Insani Pers.

Raghib al-Isfahaniy. (2007). Mu’jam al-Mufradat li al-Alfazh al-Qur’an al-Karim. Beirut: Dar al-Fikr.

Ramayulis. (2001). Perlukah Pemberian Mahar Terhadap Calon Isteri. Jakarta: Lentera Hati.

Ramulyo, M. I. (2006). Hukum Perkawinan, Hukum Kewarisan, Hukum Acara Peradilan Agama dan Zakat. Jakarta: Sinar Grafika.

Rofiq, A. (2000). Hukum Islam di Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Samin, S. (2008). Pidana Islam Dalam Politik Hukum Indonesia. Jakarta: Kholam Pulishing.

Setiawati, E. (2005). Nikah Siri Tersesat Di jalan Yang Benar. Jawa Barat: Eja Insani.

Susetyo, H. (2007). Revisi Undang-Undang Perkawinan. Jurnal Lex Jurnalica, 4(2), 73.

Taqiyyuddin. (2016). Kifayat al Akhyar. Bandung: Al-Maarif.

Undang-undang perkawinan. (2004). Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Widiastuti. (2008). Beberapa Faktor Penyebab Pasangan Suami Isteri Melakukan Pernikahan di Bawah Tangan. Jurnal Eksplorasi, XX(1), 78—89.

WJS. Poerwadarminta. (1985). , Kamus Umum Bahasa Indonesia,. jakarta: Pustaka Panjimas.

Yunus, M. (1996). Hukum Perkawinan Dalam Islam Menurut Mazhab Syafi’I, Hanafi, Maliki dan Hanbali. jakarta: Hidakarya Agung.

Zahrah, M. A. (2018). al-ahwal al-syakhsiyyah. Qohira: Dar al-Fikr.

Zuaili, W. (1989). All-Fiqh al-Islam wa adillatuhu. Beirut: Dar al-Fikr.

Zuhri, S. (2018). Sanksi Pidana Bagi Pelaku Nikah Sirri dan Kumpul Kebo. Semarang: Bima Sakti.

Downloads

Published

2020-05-30

Issue

Section

Articles