INTERKONEKSI SAINS DAN AGAMA DALAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH 2 SIDOARJO
DOI:
https://doi.org/10.46773/imtiyaz.v4i2.95Keywords:
Interkoneksi Sains dan Agama, Pengembaangan Pendidikan Islam.Abstract
Problematika dikotomi antara sains dan Agama telah menjadi topik pembahasan yang banyak dikaji oleh peneliti untuk dicarikan solusi terbaiknya, namun faktanya hingga saat ini problem tersebut masihlah hadir di tengah masyarakat. melihat fakta tersebut SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo hadir sebagai percontohan dengan membawa konsep interkoneksi sains dan Agama dalam upaya pengembangan pendidikan Agama Islam dan juga mencoba untuk mengikis dikotomi antara sains dan Agama. penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap konsep, bentuk, dan dampak positif dari interkoneksi sains dan Agama dalam pengembangan pendidikan Islam. Hasil peneltian menunjukkan bahwa konsep interkoneksi di sekolah tersebut diwujudkan dalam bentuk bangunan kurikulum yang baku dan diterapkan dalam proses pendidikan. Bentuk interkoneksi diwujudkan dengan penggabungan kurikulum nasional dan kurikulum ISMUBA Khas sekolah Muhammadiyah, serta berbagai kegiatan ekstra. Dampak positif bagi siswa yakni menumbuhkan budaya islami dan karakter islami dalam diri peserta didik, penagalaman belajar yang menumbuhkan kreatifitas dan bijak dalam menata niat untuk menuntut ilmu serta prestasi gemilang di kancah nasional maupun internasional. Sementara bagi guru, Interkoneksi sains dan agama berdampak positif bagi pengembangan diri dan karier.References
Ainur Rofiq Dan Evi Fatimatuzhuro. (2019). Pengembangan Pendidikan Islam Multikultural Di Era Modern. Andragogi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Ilslam, 1(1), 1—14.
Amril. (2018). Nilainisasi Pembelajaran Sains ( Upaya Pembelajaran Integrasi-Interkoneksi Agama Dan Sains). 1(2), 133—144.
Azhar, C. (2017). Manajemen Pengembangan Pendidikan Islam Perspektif Al-Quran. Jurnal Tarjih, 14(1), 1—18.
Barbour, I. G. (2005). Menemukan Tuhan Dalam Sains Kontemporer Dan Agama. Bandung: Mizan.
Istikomah. (2017). Integrasi Ilmu Sebuah Konsep Pendidikan Islam Ideal. Jurnal Pemikiran Keislaman, 2(28), 21.
Labaso, S. (2018). Paradigma Integrasi-Interkoneksi Di Tengah Kompleksitas Problem Kemanusiaan. Al-A’raf : Jurnal Pemikiran Islam Dan Filsafat, 15(2), 335. Https://Doi.Org/10.22515/Ajpif.V15i2.1462
Munif, M., & Baharun, H. (2018). Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren: Menggagas Interkoneksi Agama Dan Sains. Jurnal Penelitian, 12(1), 137. Https://Doi.Org/10.21043/Jp.V12i1.4928
Muslih, M. (2017). Rekonstruksi Metodologi Pengembangan Sains Berbasis Agama. Kalam, 11(2), 267. Https://Doi.Org/10.24042/Klm.V11i2.1795
Rojii, Mohamad. (2020). Manajemen Pengembangan Kurikulum Madrasah Diniyah. Sidoarjo: Nizamia Learning Center.
Rojii, Muhammad, Istikomah, I., Aulina, C. N., & Fauji, I. (2019). Desain Kurikulum Sekolah Islam Terpadu (Studi Kasus Di Smpit Insan Kamil Sidoarjo). Al-Tanzim : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 3(2), 49—60. Https://Doi.Org/10.33650/Al-Tanzim.V3i2.667
Rumondor, P., & Putra, A. (2020). Integrasi Interkoneksi Esensi Pendidikan Islam Dalam Pembelajaran Sains. Prosiding Konferensi Integrasi Interkoneksi Islam Dan Sains, 2(1), 331—341.
Tharaba, M. F. (2017). Membangun Budaya Mutu Sebagai Implementasi Penjaminan Mutu Dalam Pengembangan Pendidikan Islam Di Indonesia. Pendidikan Islam, 1—18.
Yvonna, D. K. N. Dan L. S. (2009). Handbook Of Qualitative Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

