UANG JAPUIK DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT PARIAMAN: TELAAH FILOSOFIS, HISTORIS, SOSIAL, EKONOMI, DAN PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

Authors

  • Dwi Febri Yolanda Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia
  • Rizal Fahlefi Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia
  • Ahmad Lutfi Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa Tanah Datar Sumatera Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.46773/jse.v5i1.2901

Keywords:

Uang Japuik; Minangkabau Tradition; Pariaman Customary Practices

Abstract

The tradition of uang japuik in the Pariaman community is often misunderstood as a form of “purchasing a groom” or as an economic burden imposed on women. In reality, this tradition carries profound philosophical meaning as a symbol of respect, honor, and social responsibility within the Minangkabau matrilineal system. This article seeks to correct these misconceptions through a descriptive qualitative approach that integrates field data, academic literature, official documentation from Indonesia’s Intangible Cultural Heritage (WBTB), and Islamic economic analysis. The findings reveal that uang japuik functions as both a social and spiritual mechanism that strengthens inter-clan relationships, regulates cultural economic redistribution, and maintains the balance of honor (marwah) between the male and female parties. From an Islamic perspective, this tradition qualifies as ‘urf shahih, as it is practiced based on mutual agreement, sincerity, and shared benefit. Thus, uang japuik is not a transactional economic practice, but rather a harmonious integration of custom and religious principles affirming the Minangkabau philosophy: adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.

References

Anita, N., & Brata, N. T. (2023). Makna Budaya Bajapuik dalam Pernikahan Etnis Minangkabau di Kota Pariaman Sumatra Barat. Aceh Anthropological Journal, 7(2), 255–273.

Asmelinda, N., Erlina B., & Ainita, O. (2023). Hukum Adat Dari Tradisi Perkawinan (Uang Japuik Dan Uang Hilang) Yang Berasal Dari Daerah Padang Pariaman Sumatera Barat. Qiyas : Jurnal Hukum Islam dan Peradilan, 8(1), 1–11.

Dari, I. (2025). Makna Tradisi Uang Japuik di Padang Pariaman. Social Empirical: Jurnal Kajian Sosial dan Kebudayaan, X(Y), Halaman.

DDS Live. (2023, September 12). Kontroversi Uang Japuik Pariaman: Jual Beli Suami atau Penghormatan? [Video]. YouTube.

Gusman, R. (2023). Hukum Adat dari Tradisi Perkawinan (Uang Japuik dan Uang Hilang) yang Berasal dari Daerah Padang Pariaman Sumatera Barat. Tesis. Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu.

Hasanah, S. (2024). Praktik Pertukaran Uang Jemputan Dalam Perkawinan Orang Pariaman Di Kecamatan Medan Area Kota Medan. Jurnal Kalimasada: Jurnal Sosial dan Pengabdian Masyarakat, X(Y), Halaman.

Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2020). Warisan Budaya Takbenda Indonesia: Tradisi Bajapuik Dari Pariaman. Jakarta: Direktorat Perlindungan Kebudayaan, Kemendikbud RI.

Merassa. (2024). Uang Japuik dan Uang Hilang: Representasi Nilai-Nilai Hukum Adat dalam Perkawinan dan relevansinya dalam pembangunan hukum di Indonesia. Jurnal Merassa, X(Y), Halaman.

Nadira, S., & Putri, L. (2023). Makna Marwah Dan Harga Diri Dalam Tradisi Bajapuik Masyarakat Pariaman. Jurnal Sosiologi Islam Indonesia, 6(2), 88–105.

Putra, A. I. (2024). Kedudukan Uang Japuik Dalam Adat Istiadat Pariaman Pasca Perceraian. Tesis. UIN Ar-Raniry.

Putri Aulia, E., et al. (2023). Komunikasi Antarkeluarga Mempelai Pada Tradisi Bajapuik Dalam Pernikahan Adat Pariaman Sumatera Barat. Skripsi. UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Rahman, A. (2018). Dinamika tradisi uang japuik di Pariaman. Jurnal Antropologi Indonesia, 39(1), 67-80.

Rahman, T. A., et al. (2022). Tradisi Pernikahan di Minangkabau: Perbandingan Adat Maisi Sasuduik Dan Bajampuik. Sakena: Jurnal Hukum Keluarga, 7(2), Halaman.

Rizaldi, R. (2024). Uang Japuik dalam perkawinan masyarakat adat di Padang Pariaman. Tesis. Universitas Gadjah Mada.

Rozatul Husna. (2020). Dinamika Adat Bajapuik Dan Perubahan Sosial Masyarakat Pariaman. Jurnal Kajian Budaya Dan Masyarakat, 12(3), 221–235.

Salsabila, R. (2023). Adat Adaptif Dan Modernisasi Tradisi Uang Japuik Di Pariaman. Jurnal Etnografi Nusantara, 9(1), 45–60.

Sulistiani, R. W., & Idris, I. (2021). Pengaruh Status Sosial Ekonomi Terhadap Uang Japuik di Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Kajian Ekonomi Dan Pembangunan, 3(1), 87–96.

Syahbana, A., & Arifin, S. (2023). Dialektika Hukum Islam dan Hukum Adat Terkait Uang Japuik dalam Perkawinan Masyarakat Adat Padang Pariaman Sumatera Barat. Tesis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

The Jujurly Podcast. (2023, Agustus 20). Why Are Pariaman Men “Bought”? The Real Meaning Of Uang Japuik [Video]. YouTube. Https://Www.Youtube.Com/Watch?V=M0peqfxbzou.

Tim Peneliti UIN Suka. (2022). Fleksibilitas Uang Japuik dalam Musyawarah Adat: Tinjauan ‘Urf Shahih. Yogyakarta: Suka Press.

Widiyastuti, M. A. (2020). Makna simbolik status sosial laki-laki dalam tradisi uang japuik Suku Minangkabau di Pariaman. Tesis. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Wulandari, R. (2024). Tradisi Uang Jemputan Pada Perkawinan Adat Minang Kabau Dalam Prespektif Hukum Islam. Tesis. IAIN Curup.

Downloads

Published

2026-01-01

Issue

Section

Articles